Rabu, 14 November 2012


HUT KERETA API KE-66, BRANDING LOGO BARU

(Bandung, 28 September 2011) PT. KERETA  API INDONESIA (PERSERO) memperingati HUT Kereta Api ke-66 yang mengusung tema “Dengan Semangat Pembaharuan Kita Tingkatkan Pelayanan dan Inovasi”. Peringatan tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat PT. KAI Jalan Perintis Kemerdekaan No.1 Bandung.
Peringatan HUT Kereta Api ke-66 dihadiri oleh jajaran Kementerian Negara BUMN dan Kementerian Perhubungan serta para tamu undangan. Selanjutnya secara bersamaan dilaksanakan penyerahan logo baru oleh Deputi Meneg BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin kepada Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan menandai diresmikannya logo dan lagu baru sebagai Corporate Identity PT. KAI.
Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan dalam sambutannya pada HUT Kereta Api ke-66 mengungkapkan bahwa: “Nilai-nilai Integritas adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi,  begitu juga keselamatan merupakan hal yang tidak bisa dikompromikan. Dengan logo baru sebagai brand PT. KAI,  bukan sekedar mengganti logo yang lama namun yang lebih utama adalah perubahan nilai dan perilaku insan PT. KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat”.
Selain peresmian dan penetapan  logo dan lagu baru, dilaksanakan pula :
  1. Penyerahan penghargaan internal kepada 10 orang pegawai teladan, 5 orang perwakilan pegawai aktif dengan masa pengabdian 10 th s.d 30 th, 82 orang pensiunan, 7 orang siswa utama dan pendonor darah aktif.
  2. Penyerahan sertifikasi ISO 9001 untuk 22 Dipo Lokomotif dan Kereta dari Managing Director PT. ISA GLOBAL kepada Direktur Teknik PT. KAI disaksikan oleh Ketua dan Sekretaris Utama LIPI.
  3. Penyematan atribut seragam baru.
  4. Penyerahan penghargaan kepada penulis terbaik di media internal dan media eksternal sebanyak 6 orang.
  5. Pemberian hadiah kepada pemenang lomba logo dan lagu PT. KAI.
  6. Penandatanganan 2 perjanjian kerjasama, antara PT. KAI dengan PT. Telkom dibidang SDM dan IT, dan antara PT. KAI dengan PT. BNI 46 dibidang sistem ticketing.
Logo Baru  PT KAI yg diluncurkaan padd HUT PT KAI ke 66 tanggal 28 September 2011
Potret pelayanan dalam sejarah panjang perkeretaapian Indonesia akan menjadi tonggak semangat untuk melakukan perubahan dan percepatan transformasi menuju Pelayanan Prima. “Dengan logo baru diharapkan bisa menumbuhkan  hubungan emosional yang mendalam antara brand dan konsumen, sehingga tercipta hubungan timbal balik antara penyedia jasa dan pengguna jasa kereta api (stakeholders),” ujar Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito.
“Mulai 28 September 2011, secara resmi PT. KAI menggunakan logo baru, logo tersebut secara bertahap akan digunakan untuk mengganti logo yang lama, begitu juga yang akan ditampilkan pada desain website baru PT. KAI di http://www.kereta-api.co.id serta penggunaan logo baru dalam semua dokumen perusahaan”, ujar VP Public Relations PT. KAI, Sugeng Priyono. (Humaska)

Protes Larangan Berdagang di KA Tidur di Atas Rel, Pedagang Asongan Sandera Kereta Api

Ilustration : TM05102F
foto By :Radiansyash
NGAWI - Puluhan pedagang asongan yang biasa berjualan di atas kereta api, nekat menghadang laju kereta. Aksi ini dilakukan sebagai protes kebijakan larangan berjualan di atas gerbong.

Puluhan pedagang melakukan aksi duduk dan tidur di atas rel di depan lokomotif pada Kamis (15/12/2011) siang. Akibatnya Kereta Pasundan jurusan Surabaya-Bandung sempat tertahan di Stasiun Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama hampir satu jam.

Sementara pedagang lainya berusaha menerobos petugas yang menghadang di pintu gerbong hingga sempat terjadi aksi saling dorong.

Beberapa di antaranya bersitegang dan adu mulut di depan kantor stasiun dan meneriakkan yel-yel perlawanan.

Aksi sempat memanas ketika petugas tetap ngotot tidak mengizinkan para pedagang menaiki gerbong. Adu argumen berlanjut hingga menarik perhatian penumpang dalam kereta.

Petugas berusaha menjelaskan aturan yang diberlakukan PT KAI, namun para pedagang meminta aturan tersebut tak berlaku di kereta kelas ekonomi.

Seorang penumpang asal Surabaya, Susanto, menilai keberadaan para pedagang dalam kereta ekonomi bisa dimaklumi. Pasalnya jajanan yang ditawarkan pengasong lebih murah ketimbang harus beli di stasiun atau restorasi kereta.

Menanggapi aksi para pedagang, Kepala Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Sugianto, saat dikonfirmasi melalui telepon, mengatakan meski masih ada beberapa pedagang yang membandel, pihaknya tak akan menambah petugas pengamanan.

Pihaknya juga akan tetap bersikap tegas dan akan menurunkan para pedagang asongan yang masih nekat berjualan.

Setelah negosiasi yang cukup panas akhirnya dicapai kesepakatan dengan ketentuan pedagang hanya boleh berjualan di gerbong paling belakang.



PERUBAHAN JADWAL KEBERANGKATAN DAN KEDATANGAN KERETA API

Terhitung mulai hari Kamis tanggal 1 Desember 2011, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberlakukan perubahan Grafik Perjalanan  Kereta Api (Gapeka).  Perubahan ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Direksi No. D3/189 tanggal 17 Nopember 2011 setelah adanya persetujuan dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dengan surat No. KA.407/A-259/DJKA/10/11 tanggal 28 Oktober 2011 tentang pelaksanaan Gapeka tahun 2011 dan Peraturan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. KA.407/SK.102/DJKA/10/2011, tanggal 26 Oktober 2011 tentang Gapeka tahun 2011.
Pemberlakukan Gapeka tahun 2010 yang berlaku sejak tanggal  1 Maret 2010 dalam pelaksanaannya terutama dalam hal pengendalian KA, saat ini sudah tidak sesuai lagi terkait dengan adanya perubahan kualitas, kuantitas prasarana dan sarana KA, serta untuk lebih meningkatkan keselamatan, keamanan dan kelancaran operasi kereta api di wilayah Jawa dan Sumatera.
Perubahan tersebut diantaranya sebagai berikut:
  1. Adanya perubahan perjalanan KRL Jabodetabek dengan pola single operation, untuk selanjutnya menuju ke pola Loop Line (jalur lingkar) di Daerah Operasi 1 Jakarta
  2. Adanya perubahan tempat pergantian awak KA (Masinis) di suatu stasiun. Antara lain; Stasiun Cirebon, stasiun Banjar, dll  
  3. Adanya penambahan dukungan sarana, yaitu;
    1. 1 (satu) set rangkaian KA Ekonomi AC sebagai KA Gajahwong lintas Lempuyangan-Pasarsenen
    2. 1 (satu) set  rangkaian  KA Ekonomi AC sebagai KA Bogowonto lintas Kutoarjo – Pasarsenen
    3. 2 (dua) Set KRDI AC, yaitu;
  • KA Cepu Ekspres lintas Surabaya Pasarturi – Cepu
  • KA Madiun Jaya, lintas Madiun - Yogyakart
4. Adanya perubahan Prasarana, antara lain;
  1. Rencana pemberlakukan jalur kembar Kretek –Prupuk (Daop 5 Purwokerto)
  2. Perubahan system pengaturan keluar masuknya kereta api di stasiun Cirebon dan stasiun Cirebon Prujakan (Daop 3 Cirebon)
  3. Penambahan 6 (enam) stasiun  baru di Divre 3 Sumatera Selatan, yaitu;
  • Stasiun Talangpadang antara  stasiun Niru – Blimbingpendopo
  • Stasiun Tanjungterang antara Stasiun Blimbingpendopo– Gunungmegang
  • Stasiun Sukamenanti antara Stasiun Tarahan-Kotabumi
  • Stasiun Candimas antara Stasiun Kalibalangan – Kotabumi
  • Stasiun Beringinjaya antara Stasiun Giham-Waytuba
  • Stasiun Waypisang antara stasiun Waytuba – Martapura
  • Stasiun Beringinjaya antara Stasiun Giham-Waytuba
  • Stasiun Waypisang antara stasiun Waytuba – Martapura
Dengan pemberlakuan Gapeka tahun 2011 ini, diharapkan dapat menekan kelambatan kedatangan KA karena perjalanan kereta api intercity maupun komuter sudah diakomodir atau terjadwal dalam Gapeka 2011.
Dari sisi efesiensi KA penumpang kelas komersial, PT KAI (Persero)  merasionalisasi beberapa perjalanan KA yang tidak efisien, sebagai contoh membatalkan KA Banyubiru relasi Semarang Poncol-Solo Balapan, rangkaian dialihkan dengan menjalankan KA Blorajaya relasi Bojonegoro - Semarang Poncol. Untuk jumlah perjalanan KA Ekonomi (PSO) tidak mengalami perubahan.
Sementara itu, untuk KA barang, dijalankan KA angkutan semen relasi Karangtalun-Cirebon Prujakan PP dan menjalankan KA angkutan Container relasi Kalimas – Tanjungpriok PP.
Selain melakukan perubahan Gapeka baru tahun 2011, dalam rangka meningkatkan pelayanan, keamanan dan ketertiban, PT KAI (Persero) tetap melakukan kebijakan – kebijakan yaitu:
  1. Boardingpass di stasiun-stasiun keberangkatan, yakni hanya penumpang yang telah memiliki tiket dan kereta apinya telah siap,  diijinkan masuk peron di dalam stasiun.
  2.  Pemberlakukan pembatasan kapasitas angkut maksimal 100 % untuk KA jarak jauh dan KA jarak menengah tertentu serta tidak menjual tiket tanpa tanda nomor tempat duduk (tiket berdiri)
  3. Rencana larangan merokok di atas semua kelas KA, untuk KA-KA yang tidak disiapkan ruang khusus merokok.
Sebagai informasi tambahan, tiket kereta api kelas komersial sudah dapat dibeli H-40 di tempat-tempat yang telah di tentukan, antara lain; stasiun on-line, Contact Centre 121, Agent, Indomaret dan ATM bank-bank  tertentu, kantor pos dan lain-lain. Tiket untuk KA kelas ekonomi dapat dibeli H-7 di stasiun on-line. 
“Dengan pemberlakuan Gapeka ini kami berharap dapat meningkatkan layanan terhadap pengguna jasa kereta api karena  angkutan KA akan lebih tertib, aman, nyaman dan tepat waktu. Disisi lain, dengan perubahan pola Loop line pada perjalanan KRL Jabodetabek, akan semakin banyak penumpang yang bisa  diangkut” demikian dikatakan VP Public Relations PT KAI (Persero), Sugeng Priyono. (Humaska)



Menhub Tinjau Pembangunan Rel Ganda Serpong-Parung Panjang-Maja


Menteri Perhubungan, EE Mangindaan meninjau Stasiun Parung panjang, Rabu (2/11) dengan menggunakan  KRL Commuter Line. Kunjungan menhub ini bertujuan untuk melihat perkembangan pembangunan rel kereta ganda tujuan Sepong, Parung Panjang dan Maja yang ditargetkan selesai tahun ini.
Dalam peninjauan ini, Mangindaan didampingi Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso, Dirjenka, Tundjung Inderawan serta jajaran manajemen PT. KAI Daop 1 Jakarta. Mangindaan tampak mengobrol santai dengan para pejabat Kemenhub dan PT KAI yang mendampinginya. Mangindaan bersama istri berangkat dari Stasiun Tanah Abang dengan mengisi kereta kedua, sedangkan 6 kereta lainnya tetap digunakan oleh penumpang biasa. Kereta commuter line yang ditumpangi Menhub ini tetap berhenti di setiap stasiun untuk mengangkut dan menurunkan penumpang lainnya.
Menhub, EE Mangindaan (foto tengah: kedua kanan) didampingi Istri (foto kanan), EVP Daop 1 Jakarta (foto tengah: ketiga kanan) dan Dirjenka, Tunjung Inderawan saat di atas KRL, (2/11).
"Tujuan peninjauan adalah untuk melihat sudah sejauh mana pembangunan jalur ganda, karena untuk jalur ganda Serpong-Parung Panjang targetnya harus selesai tahun 2011. Sedangkan untuk Parung Panjang-Maja targetnya selesai pada tahun 2012 akhir," ujar Tundjung.

Menurutnya, rel ganda memiliki banyak manfaat positif bagi masyarakat. "Tujuan dibangun jalur ganda adalah untuk meningkatkan kapasitas lintas, untuk solusi kemacetan Jabodetabek, serta keselamatan. Kalau single track, potensi bahayanya lebih besar," tambahnya.
Menurut Menhub, naik KRL itu tidak stres. “Kalau naik kereta, kita bisa tidur, tahu-tahu sudah sampai. Jadi sebenarnya lebih nyaman menggunakan kereta api”, ujar Mangindaan. Usai meninjau pembangunan rel ganda, Menhub langsung bergegas meninjau ke Pelabuhan Merak. (Humaska)

Bombardier Tinjau Daop 6 Yogyakarta


Locomotive Bombardier Berlin, Jerman kunjungi Daop 6 Yogyakarta (27/10). Kunjungan produsen terbesar lokomotif di Eropa ini dipimpin langsung  oleh Presiden Ake Wennberg didampingi Head Traxx Asia Locomotive Bombardier, Kjell Hoglund dan Martin Moeljono sebagai representative perusahaan Bombardier di Indonesia. Para tamu ini di sambut oleh Direktur Teknik Judarso Widiyono, EVP Balai Yasa John Robertho, EVP Daop 6 Yogyakarta Bambang Eko Martono, EVP Sarana Alberth Tarra dan jajaran pejabat lainnya.
Maksud dari kunjungan ini untuk menawarkan kerjasama dengan PT. KAI terkait pengadaan lokomotif. Kedepan kerjasama ini akan berkembang menjadi pusat perakitan lokomotif “Traxx Asia Locomotive Bombardier”. Sehingga sangat memungkinkan lokomotif canggih produk Locomotive Bombardier termodern yang saat ini banyak digunakan oleh negara-negara maju di Eropa dan Amerika akan digunakan juga oleh negara-negara di Asia. Dengan adanya perakitan dilakukan di Indonesia, harga lokomotif akan lebih murah, untuk perawatan dan penyediaan suku cadang tidak perlu jauh-jauh lagi ke Jerman.
Presiden Locomotive Bombardier, Ake Wennberg dan Head Traxx Asia Locomotive Bombardier, Kjell Hoglund saat meninjau Balai Yasa Yogyakarta
Para tamu juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung Balai Yasa Yogyakarta, Dipo dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Dengan dipandu oleh EVP Balai Yasa Yogyakarta John Robertho para tamu ini berkeliling ke seluruh bagian mengamati lingkungan kerja dan cara perawatan lokomotif. Ake terkesan dengan kondisi layout Balai Yasa yang cukup luas, teratur dengan rapi dan kebersihannya sangat terjaga. SDM-nya pun terlihat sudah menguasai dari setiap pekerjaan yang dilakukan. Namun beliau berpesan agar kemampuan teknisi (engineering) harus terus ditingkatkan.
Dari kiri EVP Daop 6 Yogyakarta Bambang Eko Martono, EVP Balai Yasa Yogyakarta John Robertho, Presiden Locomotive Bombardier Ake Wennberg, Direktur Teknik Judarso Widiyono, Head Traxx Asia Locomotive Bombardier, Kjell Hoglund, EVP Sarana Alberth Tarra dan Martin Moeljono representatif perusahaan Bombardier di Indonesia, berfoto di depan Prototype Re Engine Lokomotive BB 3048407R.
Pada kesempatan yang sama Direktur Teknik Judarso Widyono meluncurkan produk perdana Balai Yasa Yogyakarta ‘Prototype Re Engine Lokomotive BB 3048407R’, yang dihadiri oleh EVP Daop 6 Bambang Eko Martono dan President Director MTU Kenardi. Diharapkan armada hasil ‘Re Engine’ ini dapat memperkuat armada yang telah dimiliki PT. KAI. Menurut rencana Prototype ini akan di tempatkan di Jember. Biaya perbaikan dengan ‘Re Engine’ ini hanya 25 % dari biaya pembelian lokomotif baru. Untuk tahun 2012 direncanakan 10 lokomotif akan diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta ini



PT KAI Klaim Subsidi 2011 Belum Juga Cair


Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menuturkan public services obligation (PSO) tahun anggaran 2011 sekira Rp637 miliar belum cair hingga September 2011.

"Bayangkan saja PSO untuk tahun 2011 belum cair satu rupiah pun," ungkap Direktur Utama KAI Ignatius Jonan kala ditemui dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Tambahnya, dari periode Januari hingga 24 Agustus 2011, pihaknya menjalankan aktivitas perkeretaapian dengan mengandalkan berbagai pinjaman dengan lembaga perbankan baik bank BUMN maupun swasta nasional.

"PSO/subsidi ini semata-mata untuk membantu masyarakat dengan catatan karcis tidak akan dinaikkan," paparnya.

Dia menjelaskan harga tiket kelas ekonomi dalam kurun waktu sepuluh tahun tidak berubah, bahkan pada tahun 2009 tiket sempat diturunkan. Contohnya, harga tiket KA kelas ekonomi Jakarta-Tangerang senilai Rp1.000. "Kalau memang karcis harus turun, maka kami memohon PSO-nya dinaikkan," tegas Jonan.

Hingga saat ini, PT KAI mengelola 560 stasiun kereta api. Di mana terdapat tiga ribu toilet yang tersebar di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dengan investasi tiap tahunnya sekira Rp20 hingga Rp40 miliar. "Selama ini, kami tidak pernah memungut biaya toilet di stasiun, tapi berdampak bagi kami karena harus membayar air dan listrik ditengah ketiadaan PSO," tukasnya.

Dengan adanya keterlambatan pencairan PSO ini menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mendapatkan PSO secepatnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Sekedar informasi, PT Kereta Api Indonesia Persero mengajukan PSO sebesar Rp1,3 triliun pada tahun 2012 mendatang. Dana ini akan digunakan untuk pembatasan okupansi sebesar 100 persen di mana kereta api jarak jauh tidak akan ada penumpang yang berdiri sepanjang memiliki karcis.

Selain itu,dana PSO ini akan digunakan untuk reservasi tiket untuk ekonomi secara online, penyediaan fasilitas khusus, penekanan angka keterlambatan KA ekonomi kepada seluruh penumpang, dan sistem boarding di stasiun untuk meningkatkan keamanan.

"Pemanfaatannya untuk membiayai perawatan sarana, pegawai dan awak KA, BBM, pajak serta fasilitas penunjang perkeretaapian,
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar